Cerita sex perkosaan

| August 16, 2015 | 0 Comments

Cerita sex perkosaan-Pada suatu malam, aku sedang dalam perjalanan pulang ketika aku menaiki sebuah angkot yang sepi. Hanya ada aku, supir danseorang gadis berjilbab lebar hitam dan juga berbaju gamis hitam. Wajahnya cantik karena terlihat jelas ada sedikit keturunan dari arab. Pikiranku segera ngeres dan mulai merencanakan sesuatu untuk menikmati tubuh sang gadis berjilbab itu.
Akus egera mendekati sopir dan berkata untuk nanti pura2 menepi di sebuah jalan karena mogok, sambil memberi segepok uang. Sang sopir melirik kerah wajahku dan lalu melihat ke sang gadis dibelakang. Dia nampak khawatir nmun akhirnya mau menerima uangku.
Beberapa lama, akhirnya angkot ini memasuki daerah yang sepi dan tidak ada rumah disekitarnya, tiba2 mesin mati. Pak sopir segera menepikan mobil dengan sisa kekuatan yang ada dan langsung melongokkan kepala kedalam sambi lberkata, “mogok. Sebentar.” Katanya lalu keluar lagi dan membuka kap depan.
Tanpa banyak kata, karena memang itu yang aku tunggu dan aku sudah konak 100%aku langsung mendekat ke sang gadis. Sebelum dia sadar apa yang akan terjadi, langsung aku cium bibir Gadis berjilbab lebar itu sambil kudekap erat dan memojokkannya dipokoj angkot agar tidak lepas. Gadis berjilbab lebar ituberontak dengan hebat namun kekuatannya masih kalah dnegan kekuatanku. Permainan lidah dan sedotan bibir aku mainkan, Sementara tanganku segera masuk ke balik jilbab dan baju gamis hitam Gadis berjilbab lebar itu. Lalu masuk lagi ke dalam BH-nya. Lalu ku remas-remas buah dadanya dengan ganas sambil ujung jari aku memainkan puting susunya.
“Mmhh.. janganhh.. “
Suara Gadis berjilbab lebar itu mendesah tertahan karena aku masih melumat bibir tipis indahnya. Sementara itu, salah satu Tangan Gadis berjilbab lebar itu kulepaskan dari telikunganku dibelakang tubuhnya . dan kuarahkan untuk meremas kontolku dari luar celana panjang kolorku. Kontolku langsung tegang.
Setelah merasa bahwa sang gadis berjilbab sudah sangat syok, aku segera menyeretnya keluar dari angkot dan membantingnya terlentang diatas rumput dipinggir jalan yang sepi itu sampai sang gadis mengerang kesakitan.
Aku segera menindih tubuh Gadis berjilbab lebar itu. Aku cium bibirnya, pindah ke pipi, leher, lalu turun ke buah dadanya. Aku singkap jilba, gamis dan Bhnya yang mengganggu, dan langsung kujilat dan hisap puting susu Gadis berjilbab lebar itu sambil meremas buah dada yang satu lagi. Rontaan dan jeritannya tertahan karena sang sopir yang ternyata juga ikut terangsang membantuku memegangi tangan sang gadis dan membekap mulutnya.
“Ohh.. Mmhh.. mmmhh… Mmhh…” desah Gadis berjilbab lebar itu tertanah sambil menggelinjang2 ketika kulumat buah dada dan putingnya.
Lalu lidahku turun lagi ke perut, lalu ketika mulai turun ke selangkangan, Gadis berjilbab lebar itu berusaha mengatupkan kakinya namun kekuatanku tak mampu diimbanginya. Segera kusingkap roknya dan kupelorotkan celana dalamnya, kuberikan ke pak sopir yang langsung dijejalkan ke mulut sang gadis cantik berjilbab hitam yang malang itu.
Aku langsung melebarkan kaki gadis manis berjilbab itu mengangkang. Memek Gadis berjilbab lebar itu bersih tidak berbau. Bulunya hanya sedikit sehing nampak jelas belahan memeknya yang bagus. Aku segera jilati memek Gadis berjilbab lebar itu terutama bagian kelentitnya.
“hh….! Mmmhh..! Mmhh..! Mmmhh…!” Gadis berjilbab lebar itu semakin keras mendesah, sambil badannya mengejang dan menggelinjang.
Tak berapa lama tiba-tiba Gadis berjilbab lebar itu mengepitkan kedua pahanya menjepit kepalaku. Memeknya terasa basah mengeluarkan cairan kenikmatan yang banyak. Aku bangkit, mengusap mulut aku yang basah oleh air memek Gadis berjilbab lebar itu. Sang gadis berjilbab itu sudah terlihat lemas kelelahan dan tidak memberikan perlawanan lagi. Sang sopir melepaskan pegangan kuatnya dari tangan sang gadis dan menyeringai senang.
lalu langsung aku tindih badannya dan kucium bibirnya sementara tanganku yang satu membuka retsleting celanaku untuk mengeluarkan kontolku yang besar dan sudah sangat tegang. Gadis berjilbab lebar itu terasa canggung, namun membalas ciumanku.
“ni, isep kontolku ya, mbak jilbab..” pintaku. Lalu aku kangkangi wajah Gadis berjilbab lebar itu dan ku sodorkan kontolku ke mulutnya. Mungkin karena sudah terngsang, Gadis berjilbab lebar itu langsung menghisap dan menjilati kontolku dan mengocok dengan tangannya sambil memejamkan matanya. Terlihat air mata telah mengalir dari matanya, namun aku tak perduli.
Setelah kurasa cukup basah, segera aku tindih kekbali tubuh langsing sang gadis berjilbab yang cantik dan sudah terangsang itu, lalu aku arahkan kontol aku ke memeknya.
“jangan baaang… jangan perkosa Sinta.. jangaaan…” rintih Gadis berjilbab lebar itu. Malah justru membuat birahiku menggila.
Lalu, bless.. sleb.. sleb.. sleb.. Kontolku keluar masuk memek Gadis berjilbab lebar itu.
“Mhhh… Sakiiitt… mmhhh… pelaann… maasshh.. pelaaann…” rintih gadis alim berjilbab lebar itu ditengah-tengah persetubuhan kami.
“udah, diam! Keenakan aja sok alim lu!” ujarku menghinanya agar mentalnya semakin down dan semakin mudah kugagahi.
Selang beberapa lama, tiba-tiba pinggul Gadis berjilbab lebar itu mengikuti gerakan pinggulku dan semakin cepat. Kedua tangannya erat mendekap tubuhku. Jarinya mencakar-cakar punggungku.
“baaangghh… enaaakk… mmhh… aduuuhh…. udaahhh” rintih gadis berjilbab itu dan kami sambut dengan tertawaan dan ejekan. .
“Dasar sok alim lu! Tadi aja bilang jangan, sekarang keenakan! Munafik lu! Nih, makan kontol gua!” kataku terus mengejek sang gadis berjilbab lebar itu yang sedang kugagahi.
Tak lama tubuhnya mengejang. Pahanya erat menjepit pinggulku. Sementara akau terus memompa kontolku di memeknya.
Tak lama akupun mulai merasakan kalo aku akan segera orgasme. Kupertcepat gerakanku.
“Aku mau keluar, sayaaaa… kuhamili kamu, sayaaangg…” kataku.
“Jangaaan!! Jangan hamili Sintaa..!!” pekik Gadis berjilbab lebar itu histeris, tapi mulutnya langsung kembali dibekap oleh pak sopir. .
Tubuhku menegang dan terasa kontolku meledak mengeluarkan cairan hangat kedalam memek sang gadis. Terlihat air mata sang gadis berjilbab itu deras mengalir… tujuh semburan sperma kusemprotkan kedalam rahim sang gadis berjilbab, sampai aku cpek dan mencabut kontolku yang sudahbasah oleh spermaku, darah perawan, dan cairan memek sang gadis berjilbab lebar itu. Si gadis terlihat sangat syok sampai terlihat terdiam membisu, terkapar lelah diatas rumput dipinggir jalan sepi. Kuambil gambarnya sebagai jaminan keamananku.
Akus egera duduk didekat gadis itu sambil mengeluarkan roko beristirahat, namun kaki sang gadis berjilbab sudah dikangkangkan lagi oleh pak sopir. Lenguhan birahi gadis berjilbab itu mengiringi melesaknya kontol hitam pak sopir kedalam memek seretnya. Petualanganku sudah harus dimulai.

Category: Cerita Dewasa Pemerkosaan

About the Author ()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shared on wplocker.com